Vote: Komodo National Park !

Senin, 25 November 2013

BISNIS YANG BERETIKA

 1. Ketaatan pada Hukum dan Aturan
Pelaku usaha dikatakan menyimpang dari aturan dan hukum bila tidak mengindahkan ketentuan-ketentuan dalam undanG-undang atau mengingkari kesepakatan yang telah dibuat oleh para pihak.
2.Akuntabilitas
Pelaku dikatakan tidak menerapkan prinsip akuntabilitas bila pelaku usaha tidak menerapkan prinsip-prinsip usaha yang sehat dan bertanggungjawab, yang meliputi tahapan perencanaan, perancangan, produksi, pemasaran, penjualan, dan pelayanan purna jual.
3.Responsibilitas
Responsibilitas adalah suatu sikap bertanggungjawab atas suatu kerugian yang dikeluhkan konsumen, atau yang didesakkan oleh masyarakat tentang suatu penyimpangan.
4.Transparansi
Pelaku usaha disebut transparan apabila mereka memberikan informasi secara proporsional dan efektif.
5.Kejujuran
Kejujuran adalah suatu nilai dimana pelaku usaha mengatakan sesuatu dengan sebenar-benarnya, tanpa ada yang dipalsukan atau disembunyikan.
6.Independensi
Independen artinya mandiri, tidak dipengaruhi oleh pihak lain.
7.Empati
Bisnis yang berempati artinya bisnis yang bisa memperlakukan pihak lain sebagaimana dirinya mau diperlakukan.

[+/-] Selengkapnya...

Sabtu, 23 November 2013

Etika dalam bisnis

Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti : kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
*Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”
* Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR  "etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. "
*Menurut Magnis Suseno, "Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".

contoh-contoh etika dlm kehidupan sehari-hari,yaitu :
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkah laku yang baik 
Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu
1. Sistematik
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.
2. Korporasi
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.
3. Individu
Permasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.



Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan  individu,  perusahaan, industri dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan  bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :
  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Contoh kasus etika bisnis:
1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.
2. Sebuah Yayasan Maju Selalu menyelenggarakan pendidikan setingkat SMA. Pada tahun ajaran baru sekolah mengenakan biaya sebesar Rp.500.000,- kepada setiap siswa baru. Pungutan sekolah ini diinformasikan kepada mereka saat akan mendaftar,sehingga setelah diterima,mereka harus membayarnya. Kemudian pihak sekolah memberikan informasi ini kepada wali murid bahwa pungutan tersebut digunakan untuk biaya pembuatan seragam sekolah yang akan dipakai oleh semua murid pada setiap hari rabu-kamis. Dalam kasus ini Yayasan dan sekolah dapat dikategorikan mengikuti transparasi.
3. Pada tahun 1990 an, kasus yang masih mudah diingat yaitu Enron. Bahwa Enron adalah perusahaan yang sangat bagus dan pada saat itu perusahaan dapat menikmati booming industri energi dan saat itulah Enron sukses memasok enegrgi ke pangsa pasar yang bergitu besar dan memiliki jaringan yang luar biasa luas. Enron bahkan berhasil menyinergikan jalur transmisi energinya untuk jalur teknologi informasi. Dan data yang ada dari skilus bisnisnya, Enron memiliki profitabilitas yang cukup menggiurkan. Seiring dengan booming indutri energi, akhirnya memosisikan dirinya sebagai energy merchants dan bahkan Enron disebut sebagai ”spark spead” Cerita pada awalnya adalah anggota pasar yang baik, mengikuti peraturan yang ada dipasar dengan sebagaimana mestinya. Pada akhirnya Enron meninggalkan prestasi dan reputasinya baik tersebut, karena melakukan penipuan dan penyesatan.. Sebagai perusahaan Amerika terbesar ke delapan, Enron kemudian kolaps pada tahun 2001. 

Berdasarkan referensi-referensi dan contoh diatas. saya sependapat etika bisnis adalah studi yangdikhususkan mengenai moral yang benar dan salah yang harus dipelajari oleh semua perilaku bisnis. karena menurut saya dalam berbisnis sangat penting untuk beretika dan melakukan persaingan yang sehat antar pelaku bisnis. kita dapat melihat di contoh diatas pelaku bisnis yang menggunakan etika dalam berbisnis akan mengikuti transparansi, kejujuran, dan nilai-nilai moral yang baik. sedangkan pada contoh ketiga ialah contoh kasus yang melakukan penipuan dan penyesatan. sangat tidak bagus dan merusak nama dan citra perusahaan.

oleh karena itu, sekali lagi menurut saya Etika Bisnis sangat diperlukan bagi semua pelaku bisnis.
Dan pendapat saya tentan etika adalah : sikap seseorang dan kelompok masyarakat dalam merealisasikan moralitas dalam kehidupan sehari-hari menurut ukuran dan berperilaku yang baik.

referensi:

[+/-] Selengkapnya...

Bisnis yang beretika

Kesan itu sedemikian kental tertanam di benak rekan-rekan dan yuniornya dalam bekerja. Selain dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin, dia juga sangat jujur. Namun, gaya kepemimpinan dia tetap membumi dan tidak menonjolkan diri.
Dia adalah Julius Tahija, orang Indonesia pertama yang menduduki jabatan tertinggi di Caltex (dikenal sebagai PT Caltex Pacific Indonesia/sekarang Chevron), yakni sebagai Ketua Dewan Direksi. Jabatan itu dia raih pada tahun 1966, setelah mengawali karier di bidang perusahaan minyak dan gas tersebut pada tahun 1951 sebagai Assistant to the Managing Director.
Sisi-sisi Julius Tahija itu muncul dalam diskusi di sela-sela peluncuran dua buku Julius Tahija di Jakarta, Sabtu (8/10/2011). Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dan mantan Presiden Direktur CPI Baihaki Hakim menyampaikan kesan mereka soal Julius Tahija.
Buku pertama, Melintas Cakrawala, adalah otobiografi yang mengisahkan filsafat hidup dan etika bisnis Julius Tahija. Buku tersebut merupakan terjemahan dari buku berjudul Horizon Beyond yang diterbitkan Time Edition Pte Ltd tahun 1995.
Pada tahun 1997, edisi pertamanya dalam bahasa Indonesia berjudul Melintas Cakrawala dan diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama. Edisi kedua dalam bahasa Indonesia diterbitkan Yayasan Tahija pada tahun 2011.
Buku kedua, Memimpin dengan Nurani, diterbitkan oleh Yayasan Tahija tahun 2011. Buku ini berisi kesan dan pelajaran bisnis dari delapan orang yang bersinggungan dengan Julius Tahija dalam pekerjaan.
Mereka antara lain Baihaki Hakim yang tegas mengaku sebagai murid Julius Tahija, Menteri Keuangan Agus Martowardojo yang memandang Julius Tahija sebagai salah seorang yang dikagumi, dan Presiden Direktur PT CIMB Niaga Arwin Rasyid yang mengenal Julius Tahija sebagai Komisaris Bank Niaga.
Hati nurani
Julius Tahija, yang lahir di Surabaya pada 13 Juli 1916, memiliki catatan karier bisnis yang panjang. Mantan sersan KNIL yang menikah dengan Jean itu meninggal dunia pada 30 Juli 2002, saat menjabat sebagai Ketua Emeritus Dewan Komisaris PT Caltex Pacific Indonesia. Dia memperoleh Bintang Mahaputra Nararya dari Pemerintah Indonesia dan Honorary Officer in the Order of Australia yang diserahkan Perdana Menteri Australia John Winston Howard pada Februari 2002.
Baihaki Hakim dalam diskusi yang dimoderatori wartawan senior Sabam Siagian menyebutkan, Julius Tahija adalah pebisnis yang menonjolkan hati nurani. Dia tidak menggunakan trik untuk memanfaatkan profit.
”Beliau adalah orang yang sangat low profile. Tidak menonjolkan keberhasilan kita. Saat itu, kan, memang tidak banyak perusahaan asing di Indonesia. Jadi, jangan sampai menimbulkan kecemburuan,” ujar Baihaki.
Emil Salim bertemu Julius Tahija tahun 1981. Saat itu Julius Tahija, yang meminta bertemu, memaparkan keberadaan sumber minyak di bawah Danau Zamrud yang kaya ekosistem di wilayah Sumatera.
Menurut Emil yang diajak Julius Tahija untuk datang ke lokasi tersebut, Julius Tahija dengan tegas menyatakan tidak akan merusak danau tersebut dan hutan di sekelilingnya jika nantinya mengeksplorasi sumber minyak di bawah danau. Akhirnya, Julius Tahija menggunakan teknologi bor untuk membuat sumur minyak yang miring, tidak tegak lurus dengan permukaan tanah, sehingga tidak merusak danau di atasnya. Biayanya jutaan dollar AS, cukup tinggi pada masa itu.
”Agak aneh juga. Perusahaan minyak, yang biasanya menggasak lingkungan, kali ini membela lingkungan,” ujar Emil, disambut tawa tamu yang hadir.
Di luar segala sisi etis dan humanisnya dalam berbisnis, Julius Tahija tetap seorang ayah, suami, dan kakek yang luar biasa dicintai keluarganya. Ia memiliki dua putra, yakni George Tahija dan Sjakon Tahija, serta lima cucu. ”Nilai yang diajarkan bagi kami adalah jujur kepada orang lain dan diri sendiri. Sikapnya sama di perusahaan dan di depan keluarga,” kenang George.
Julius Tahija selalu hidup seimbang antara pekerjaan dan keluarga. Di sela-sela kesibukan, dia juga selalu mengusahakan waktu bagi istri, anak-anak, dan cucu-cucunya.
Seperti disampaikan George dalam acara peluncuran buku tersebut, ”Ayah adalah pekerja keras sekaligus pemerhati sosial budaya di Indonesia. Namun, di balik semua itu, dia tetap ayah dan suami bagi keluarganya.” (Dewi Indriastuti)
Sumber:

[+/-] Selengkapnya...