Vote: Komodo National Park !

Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Januari 2013

Faktor Demografi terhadap pembelian suatu produk

Faktor Demografi yang mempengaruhi pembeli memliki Handphone Smartphone

Di jaman yang modern saat ini handphone merupakan kebutuhan penting untuk berkomunikasi setiap manusia. Bahkan kebanyakaan orang sudah memandangnya sebagai gadget multi fungsi yang berukuran kecil atau dapat di katakan sebagai “Dunia dapat digenggam dengan satu tangan”. Dimana pada era globalisasi pada saat ini handphone sudah semakin canggih.
Salah satu handphone yang populer dan paling diminati pada saat ini yaitu : BlackB***y. Handphone BlackB***y ini pantas digunakan oleh pria maupun wanita dan juga tidak mengenal usia untuk memilikinya , dari mulai anak-anak sampai dewasa maupun orang tua sudah banyak yang menggunakannya. Selain itu, dikampus dan disekitar lingkungan saya juga sudah sangat banyak yang menggunakannya bahkan hampir semua mahasiswa dan dosen menggunakan handphone BlackB***y untuk mempermudah interaksi atau berkomunikasi. Handphone ini sangat cocok digunakan bagi orang yang memiliki mobilitas yang tinggi, seperti pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat kantoran.
Salah satu fitur utama yang sangat menunjang di dalam smartphone ini adalah BlackB***y Messengger atau yang lebi sering disebut BBM fitur atau aplikasi ini sangat membantu sekali untuk menginfokan kegiatan atau kebutuhan perkuliahan. Handphone ini juga masih banyak aplikasi-aplikasi yg mendukung lainnya, terutama aplikasi untuk menerima email secara langsung dan dapat membuka file word, excel, maupun pdf dengan mudah.
Harga yang ditawarkan juga sangat beragam dan relatif terjangkau dari mulai harga yang murah sampai yang mahal sehingga kita dapat memilih dan memiliki handphone BlackB***y sesuai kebutuhan kita. Banyak orang juga ingin memeliki handphone ini hanya untuk sekedar gengsi atau menaikkan status sosial pemilik nya. Di handphone ini banyak sekali aplikasi gratis maupun aplikasi berbayar yang bisa kita unduh sesuka kita di BlackB***y Application World. Mulai dari social network, education, games, maps, dll.

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 02 April 2012

Wawasan Nusantara

RANGKUMAN
Bab 2
WAWASAN NUSANTARA

Wawasan Nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi & interelasi} serta pembangunannya di dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional, maupun global. Wawasan nasional suatu bangsa dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianutnya adalah sebagai berikut :
1.   Paham-paham kekuasaan
a.     Machiavelli (abad XVII)
b.     Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
c.     Jendral Clausewitz (abad XVIII)
d.     Fuerback dan Hegel (abad XVII)
e.     Lenin (abad XIX)
f.       Lucian W. Pye dan Sidney (tahun 1972)
2.   Teori-teori geopolitikum
Geopolitik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala politik dari aspek geografis. Teori ini banyak dikemukakan oleh para sarjana seperti :
a.     Federich Ratzel
b.     Rudolf Kjellen
c.     Karl Haushofer
d.     Sir Halford Mackinder
e.     Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan
f.       Dll
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Landasan wawasan nusantara
Idiil                 =>>> Pancasila
Konstitusional     =>>> UUD 1945


Unsure dasar wawasan nusantara
1.   Wadah (contour)
Meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
2.   Isi (Content)
Adalah inspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945
3.   Tata laku (Cunduct)
Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari : tata laku batiniah dan lahiriah.

Asas wasantara terdiri dari
1.Kepentingan/tujuan yang sama
2.Keadilan
3.Kejujuran
4.Solidaritas
5.Kerjasama
6.Kesetiaan terhadap kesepakatan

Tantangan implementasi wasantara
1.Pemberdayaan masyarakat
2.Dunia tanpa batas
3.Era baru kapitalisme
4.Kesadaran warga Negara

Opini dan Saran

Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan segala aspek kehidupan yang beragam, maka dari itu hendaklah wawasan nusantara ini kita gunakan sebagai pedoman menjalankan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara, karena kebhinekaan Negara Indonesia yang begitu besar dapat memunculkan perpecahan bangsa ini apabila tidak dipahami dan dimengerti. Maka dari itu wawasan nusantara ini dapat dijadikan dasar hokum yang kuat mengenai batas-batas kedaulatan NKRI.


[+/-] Selengkapnya...

Pendidikan Kewarganegaraan

RANGKUMAN

Bab 1
PENGANTAR PENDIDIKAN  KEWARGANEGARAAN

Tujuan utama pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara, sikap serta perilaku yang cinta tanah air dan ketahanan nasional dalam diri para mahasiswa calon sarjana / ilmuwan warga negara Republik Indonesia yang sedang mengkaji dan akan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni. Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau sejarah. Jadi bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia

1.   Teori terbentuknya Negara
a.     Teori hokum alam (Plato dan Aristoteles)
Kondisi alam => Berkembang manusia => tumbuh Negara
b.     Teori kehutanan
Segala sesuatu adalah ciptaan Tuhan, termasuk adanya Negara.
c.     Teori perjanjian (Thomas Hobbes)
Manusia menghadapi kondisi alam dan timbullah kekerasan. Manusia akan musnah bila ia tidak mengubah cara-caranya. Manusia pun bersatu untuk mengatasi tantangan dan menggunakan persatuan dalam gerak tunggal untuk kebutuhan bersama.

Dan dapat pula disebabkan karena :
a.     Penaklukan
b.     Peleburan
c.     Pemisahan diri
d.     Pendudukan atas Negara / wilayah yang belum ada pemerintahannya.


2.   Unsur Negara
a.     Konstitutif
b.     Deklaratif

3.   Bentuk Negara
a.     Negara kesatuan
b.     Negara serikat

Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut. Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara berdaulat yang mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dan menjadi anggota PBB, yang mempunyai kedudukan dan kewajiban yang sama dengan Negara-negara lain di dunia. Perkembangan teori kenegaraan tentang terjadinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai berikut :
a.     Perjuangan kemerdekaan
b.     Proklamasi
c.     Adanya pemerintahan, wilayah, dan bangsa
d.     Pembangunan Negara Indonesia
e.     Negara Indonesia Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa


Konsep demokrasi
Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein) dari, oleh, dan untuk rakyat(demos). Kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakat didefinisasikan sebagai warga Negara.
Dua bentuk demokrasi dalam pemerintahan Negara antara lain :
a.     Pemerintahan Monarki
b.     Pemerintahan Republik
Kekuasaan pemerintahan Negara dipisahkan menjadi tiga (Jhon Locke) :
a.     Kekuasaan Legislatif
b.     Kekuasaan Eksekutif
c.     Kekuasaan Federatif
Sedangkan kekuasaan Yudikatif merupakan bagian dari kekuasaan eksekutif.



Opini dan Saran

Pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu hal yang wajib di pelajari oleh setiap warga Negara, dikarenakan pendidikan kewarganegaraan merupakan suatu hubungan Negara dengan warga Negara, antara warga Negara serta pendidikan pendahuluan bela Negara, agar setiap warga Negara dapat memahami suatu proses ketatanegaraan yang ada pada suatu Negara, lebih khususnya Negara kita sendiri, dan juga agar dapat ikut serta memantau, mengamati, maupun menjalankan suatu proses ketatanegaraan di Negara kita. Dan dengan mempelajari pendidikan kewarganegaraan ini diharapkan setiap individu warga Negara bisa memiliki semangat juang yang tinggi dan kesadaran bela Negara sesuai bidang profesi masing-masing demi menjaga kedaulatan NKRI.

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 09 Januari 2012

Harapan Koperasi Indonesia kedepannya.

Pada saat ini, banyak koperasi yang dalam praktiknya tumbuh tidak sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi. Akibatnya, citra koperasi di mata masyarakat saat ini menjadi buruk. Perkembangan koperasi saat ini tidak sesuai dengan harapan. Banyak koperasi yang tumbuh, tapi tidak sesuai dengan jati diri untuk menyejahterakan anggota, dari, oleh, dan untuk anggota. dalam mengembangkan kapasitas kelembagaan dan usahanya, banyak koperasi yang masih kurang mandiri dan cenderung memiliki ketergantungan kepada pemerintah. Masih banyak juga koperasi yang menjalankan kehidupannya tidak sesuai dengan asas dan prinsip koperasi, bahkan ada yang hanya berkedok koperasi untuk memeras masyarakat. Untuk itu Koperasi perlu dibantu untuk mewujudkan potensi terbaiknya dalam mengatasi kendala dan tantangan yang dihadapi, seperti pengetahuan, dan inovasi untuk menjadi peluang strategis, kesempatan kerja, dan usaha, serta kesejahteraan/kemak-muran bagi seluruh masyarakat.
Oleh karena itu dibutuhkan peranan berbagai pihak, khususnya pemerintah. agar koperasi saat ini tidak menjadi lembaga yang termarginalkan. Karena koperasi harus dibangun, diberdayakan dari semua aspek dan lini, termasuk modal. Harapan di masa mendatang, agar koperasi saat ini dapat meningkatan kualitas kelembagaan dan usaha koperasi menjadi penting guna meningkatkan skala usaha ataupun daya saing, supaya bisa tercapainya tujuan koperasi yaitu mensejahterakan anggotanya, masyarakat dan membangun tatanan perekonomi nasional yang baik.


[+/-] Selengkapnya...

Rabu, 09 November 2011

Koperasi Sejahtera Bersama


Sekilas tentang Koperasi Sejahtera Bersama
SEJAHTERA BERSAMA (KSB) adalah koperasi yang bergerak dalam berbagai bidang usaha antara lain Usaha Simpan Pinjam dan Usaha Perdagangan yang didirikan pada bulan Januari Tahun 2004.
Koperasi SEJAHTERA BERSAMA ingin berperan secara aktif dalam upaya membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
Setiap Unit Usaha Koperasi SEJAHTERA BERSAMA dikelola oleh para expertise yang telah memiliki pengalaman di bidangnya, sehingga Unit Usaha Koperasi SEJAHTERA BERSAMA bukan hanya mampu tumbuh dan berkembang serta menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat.

Pembina

Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia untuk kantor pusat dan dinas koperasi setempat untuk kantor cabang.

Pengawas

Tedi Kurniawan, BA
Ina Aprilia


Pengurus

Ketua
: Iwan Setiawan
Wakil Ketua
: Dang Zeany K.
Sekretaris
: Ir. Dasep Surahman
Bendahara
: Vini Noviani, SH, SS

Unit Usaha dan Anak Perusahaan

  1. SB Finance (Unit Usaha Simpan Pinjam)
  2. SB Mart (Unit Usaha Perdagangan Kebutuhan Pokok)
  3. SB Furniture (Unit Usaha Perdagangan Furniture)
  4. PT. Faryan Nusantara Sejahtera 
  5. PT. Cipta Ekatama Nusantara Sejahtera
Mitra Usaha
  1. PT. INDOMARCO PRISMATAMA
  2. PT. GARANT MOBEL INDONESIA (Olympic Group)
  3. PT. FURNIMART MEBELINDO SAKTI
  4. PT. ASURANSI JIWA BRINGIN JIWA SEJAHTERA (Bringin Life Syariah)

Legal Officer

Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Radiana, SH & Rahmat Riyadi, SH, Komplek Kopo Permai III Blok 31A No. 1 – Bandung.

Akuntan Publik

Kantor Akuntan Publik Dra. Eri Murni, Ak, CPA , Registered Public Accountants  and Consultants, Jl. Sawah Lunto No. 48C Manggarai - Jakarta Selatan 12970.

Produk simpanan:

1. Simpanan Berjangka Sejahtera Prima

2. Investa Prima

3. Beasiswa Sejahtera

4. Multiguna Sejahtera

5. ONH Sejahtera

 

Tahapan Sejahtera:

1.     Pinjaman Komersial

Pinjaman Komersial adalah pinjaman yang diberikan kepada pengusaha, pedagang, atau pegawai yang digunakan untuk modal kerja atau modal usaha dengan jaminan benda bergerak atau benda tidak bergerak. 

  1. Pinjaman Ekspres
Pinjaman Ekspres adalah produk pinjaman dana talang Unit Usaha Simpan Pinjam  Koperasi SEJAHTERA BERSAMA yang memiliki keunggulan proses pencairan yang sangat cepat (ekspres).
 
Detail Produk - Produk "Koperasi Sejahtera Bersama"

[+/-] Selengkapnya...

Minggu, 02 Oktober 2011

Ilmu Ekonomi Koperasi / Ekop


Ilmu Ekonomi Koperasi / Ekop

Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi indonesia yang melandasi aktifitas koprasi di indonesia.
- Landasan Idiil = Pancasila
- Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
- Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1
A. Fungsi Koperasi / Koprasi
1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi
B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi
1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada




Referensi : http://organisasi.org/arti_pengertian_definisi_fungsi_dan_peranan_koperasi_koprasi_indonesia_dan_dunia_ilmu_ekonomi_koperasi_ekop

[+/-] Selengkapnya...

Kamis, 19 Mei 2011

Noun Clause

Noun Clause adalah Clause yang digunakan sebagai pengganti noun atau berfungsi sebagai noun (kata benda). Selain Noun Clause ini, sebenarnya masih ada clause lainnya seperti Adverb Clause dan Adjective Clause. Untuk mendalami penjelasan mengenai Noun Clause, silahkan perhatikan penjelasan di bawah ini:

Menurut jenis kalimat asalnya, Noun Clause dapat diklasifikasikan menjadi 4 macam, yaitu:
Statement (pernyataan)
Question (pertanyaan)
Request (permintaan)
Exclamation (seruan).
Penjelasan:

1. Statement

a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Subjek Kalimat
Kangaroo lives in Australia (statement)
That Kangaroo lives is Australia is well known to all (Noun Clause)
2) Subjek Kalimat setelah "It"
It is well known to all that Kangaroo lives in Australia
3) Objek Pelengkap
My conclusion is that Kangaroo lives in Australia
4) Objek Kata Kerja
All people understand well that Kangaroo lives in Australia
5) Apositif
My conclusion that Kangaroo lives is Australia is correct.
2. Question

A. Yes/No Question

a. Conjunction yang dipakai adalah: "whether (or not/or if)"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Subjek Kalimat
Can she drive the car? (Question)
Whether she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or not she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether she can drive the car or not doesn't concern me. (Noun Clause)
= Whether or if she can drive the car doesn't concern me. (Noun Clause)
2) Objek Pelengkap
My question is whether she can drive the car.
3) Objek Kata Kerja
I really wonder whether she can drive the car (or not).
4) Objek Kata Depan
We discussed about whether she can drive the car.
B. Wh- Question

a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya itu sendiri"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Subjek Kalimat
What is he doing? (Question)
What she is doing doesn't concern me. (Noun Clause)
2) Objek Pelengkap
My question is what she is doing.
3) Objek Kata Kerja
I really wonder what she is doing.
4) Objek Kata Depan
We discussed about what she is doing.
Catatan:

Posisi kembali normal, tidak seperti posisi sebuah pertanyaan normal.

3. Request

a. Conjunction yang dipakai adalah: "that"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Objek Kata Kerja
Read the book! (Request)
He suggested that I read the book. (Noun Clause)
Catatan:

Tanda seru hilang.

4. Exclamation

a. Conjunction yang dipakai adalah: "kata Tanya yang dipakai pada kalimat itu sendiri"

b. Fungsi Klausa ini adalah sebagai:

1) Objek Kata Kerja
What a pretty girl she is? (Exclamation)
I never realize what a pretty girl she is. (Noun Clause)
2) Objek Kata Depan
We are talking about what a pretty girl she is.
Catatan Tambahan:
Noun Clause dengan "that" digunakan sebagai subjek dari suatu kalimat hanya dengan kata kerja tertentu. Dan kata kerja (verb) yang penting adalah linking verb, khususnya BE.
Noun Clause dengan "that" sering menjadi objek dari verb (kata kerja), beberapa verb berikut ini biasanya mempunyai subjek yang me�nunjukkan manusia. Kata-kata tersebut terutama sekali adalah verb yang digunakan dalam Indirect Speech Berta verb yang menyatakan kegiatan mental.
Kata Kerja Kalimat Tak Langsung

Admit, agree, allege, announce, argue, assert, assure, declare, aver, boast, claim, complain, confess, convince, deny, disagree, explain, foretell, hint, inform, insist, maintain, notify, persuade, pray, predict, proclaim, promise, relate, remark, remind, report, say, state, swear, teach, tell, threaten, warn

Kata Kerja Aktivitas Mental

Ascertain, assume, believe, calculate, care (untuk kalimat negative atau interrogative), conceive, conclude, consider, convince, decide, discover, doubt, dream, expect, fancy, feel, find out, forget, grant, guess, hear, hold (pendapat), hope, imagine, indicate, know, judge, learn, mean, mind (untuk kalimat negative atau interrogative), notice, perceive, presume, pretend, prove, question, realize, recall, reckon, recollect, reflect, regret, rejoice, remember, reveal, see, show, suppose, surmise, think, trust, understand, wish

Contoh:
Alex thinks that Mary is ill.
Bob told me that he had finished breakfast.
Henry says that Jack is very busy.
He insists that there is a mistake.
He complained to his friend that his wife couldn't cook.
Dalam percakapan yang tidak resmi (informal) "that" sering dihilangkan dari objek Clause jika artinya (maksudnya) sudah jelas dapat dimengerti tanpa adanya "that".
Contoh:
I am sorry (that) I couldn't meet you at the station.
He says (that) they plan to come to the dance.
We thought (that) you had already left for abroad.
The reason we returned so early is, (that) one of the children got sick.
Noun Clause dari question (pertanyaan) yang terletak sesudah verb yang memerlukan 2 objek mungkin berfungsi sebagai salah satu atau kedua objek dari verb tersebut.
Contoh:
Give the man (Indirect Object) what is in this envelope (Direct Object)
Give what is in the envelope to the man.
Noun Clause dari pertanyaan mungkin diawali dengan kata-kata tanya yang berfungsi sebagai: Pronouns, Adjectives, atau Adverbs. Kata-kata yang dipakai adalah: Pronoun = who (ever), what (ever(, which. (ever), Adjective = whose, what (ever), which (ever), Adverb = how (ever), when (ever), where (ever), why.
Contoh:
We don't know who will be coming from the employment agency. (who adalah subjek dari will be coming)
We don't know whom the employment agency will send. (whom adalah objek dari will send)
We will ask whoever comes from the employment agency. (whoever adalah subjek dari comes)
We will ask whomever the employment agency sends. (whomever adalah objek dari sends)
Dalam Noun Clause dari pertanyaan, subjek dan verb mempunyai susunan yang umum, yakni terletak sesudah introductory word.
Noun Clause dari permintaan dimulai dengan that- Clause ini paling sering merupakan objek dari verb yang menyatakan permintaan, saran, atau keinginan dan sebagainya.
Contoh:
He is requesting that a company car be placed at his disposal.
The doctor recommended that he take a vacation.
It was suggested that she leave immediately.
It was proposed that the meeting be adjourned.
Kadang-kadang "that" yang merupakan kata permulaan Clause dapat digantikan dengan susunan infinitive setelah kata-kata kerja yang menunjukkan permintaan seperti advise, ask, beg, command, desire, forbid, order, request, require, argue.
Subjek dari that-Clause sering dalam bentuk passive dari verbs of requesting dengan susunan anticipatory it.


source : http://ismailmidi.com/berita-170-noun-clause.html

[+/-] Selengkapnya...

The Degrees of Comparison


Sebagaian besar kata sifat diskriptif (descriptive adjectives) dan kata sifat kuantitatif (quantitative adjective) memiliki tingkat-tingkat perbandingan yang menerangkan kata benda.
Dalam bahasa Inggris tingkat-tingkat perbandingan pada kata sifat disebut the degrees of comparison (tingkat perbandingan), yang dibagi menjadi 3 (tiga) golongan:

1. Positive Degree (Tingkat Biasa)
2. Comparative Degree (Tingkat Lebih)
3. Superlative Degree (Tingkat Paling)

Bentuk perbandingan dibuat dari bentuk positive yang ditambah dengan akhiran –er atau –r dan awalan more. Sedangkan bentuk superlative dibentuk dari bentuk positive yang ditambah dengan akhiran –est atau –st dan awalan most.

Cara membentuk tingkat perbandingan kata sifat adalah sebagai berikut:

1. Kata sifat (adjective) yang terdiri atas satu suku kata, hanya ditambah dengan akhiran –er dan –est.
Positive Comparative Superlative
Fast Faster Fastest
Loud Louder Loudest
Old Older Oldest
Cheap Cheaper Cheapest
Great Greater Greatest
tall Taller Tallest
High High High
Near Nearer Nearest
Light Lighter Lightest

2. Kata sifat yang terdiri dari satu suku kata dan berakhiran dengan satu huruf mati (konsonan) yang diawali dengan huruf (vokal), ditambah dengan akhiran –er dan –est. satu huruf mati terakhir digandakan.
Positive Comparative Superlative
Hot Hotter Hottest
Fat Fatter Fattest
Thin Thinner Thinnest
Big Bigger Biggest
Wet Wetter Wettest
Cruel Crueller Creuller

3. Kata sifat yang berakhiran dengan huruf –y dan diawali satu atau dua huruf mati, maka –y diganti dengan –i dan kemudian ditambahkan –er atau –est.
Positive Comparative Superlative
Easy Easier Easiest
Friendly Friendlier Friendliest
Angry Angrier Angriest
Guilty Guiltier Guiltiest
Hungry Hungrier Hungriest
Rusty Rustier Rustiest
Lazy Lazier Laziest
Busy Busier Busiest
Crazy Crazier Craziest

4. Kata sifat yang berakhiran dengan huruf –y dan diawali dengan huruf hidup (vokal), maka huruf –y tidak mengalami perubahan dan langsung ditambah –er atau –est.
Positive Comparative Superlative
Grey Greyer Greyest
Lay Layer Layest

5. Kata sifat yang terdiri atas dua suku kata dan berakhiran dengan –er atau –ow langsung ditambah –er atau –est.
Positive Comparative Superlative
Clever Cleverer Cleverest
Shallow Shallower Shallowest
Slow Slower Slowest

6. Kata sifat yang terdiri atas dua suku kata yang berakhiran dengan huruf –e, maka hanya ditambah dengan –r atau –st saja.
Positive Comparative Superlative
Wide Wider Widest
Complete Completer Completest
Wise Wiser Wisest

7. Kata sifat yang terdiri atas dua suku kata, akan tetapi tekanan pengucapannya jatuh pada suku kata pertama, tidak ditambah –er dan –est tetapi ditambah dengan more dan most.
Positive Comparative Superlative
Famous More famous Most famous
Nervous More nervous Most nervous
Charming More charming Most charming

8. Kata sifat yang terdiri atas tiga suku kata atau lebih, ditambah dengan more dan most.
Positive Comparative Superlative
Terrible More terrible Most terrible
Useful More useful Most useful
Useless More Useless Most Useless
Readable More readable Most readable
Difficult More difficult Most difficult
Dilligent More dilligent Most dilligent
different More different Most different

Ada beberapa kata sifat yang bentuk comparative maupun superlative-nya tidak mengikuti aturan seperti yang telah ditetapkan diatas.

Positive Comparative Superlative
A few Less Least
Few Fewer Fewest
Hind Hinder Hindmost
Old Older Oldest
Elder Eldest
Far Farther Farthest
Further Furthest
Bad Worse Worst
ill Worse Worst
Evil Worse Worst
Good Better Best
Many More Much
Much More Much
A little Less Least
Late Later Last
Later Latest

Didalam penggunaannya the degrees of comparison dalam kalimat bahasa inggrsi harus memperhatikan beberapa hal berikut ini, yaitu:

1. Tingkat Biasa (Positive Degree)
Pada umumnya bentuk ini digunakan untuk:
a. Menyatakan suatu keadaan yang apa adanya.
Contoh:
• She is an attractive girl (Dia adalah seorang gadis yang menarik)

b. Membandingkan dua benda atau orang yang sama, baik sifat, bentuk atau bagian lainnya. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
as + Positive + as
Contoh:
• Your house as big as my house
Atau dapat digunakan rumus sebagai berikut sebagai pengganti rumus di atas:
No less + Positive + Than
Contoh:
• your house no less big than my house

c. Menyatakan dua benda atau orang yang tidak memiliki kesamaan. Rumus penggunaannya adalah:
Not + so + Positive + as
Contoh:
• His car not so new as yours
Atau dapat digunakan rumus dibawah ini sebagai pengganti rumus di atas:
Less + Positive + than
Contoh:
• His car less new than yours

2. Tingkat Lebih (Comparative Degree)
Pada umumnya bentuk tingkat lebih ini digunakan untuk membandingkan dua benda atau orang yang berbeda. Atau dengan kata lain digunakan untuk menyatakan bahwa susuatu benda atau orang itu mempunyai sifat lebih dibandingkan yang lain. Rumus penggunaannya adalah:
Comparative + Than
Contoh:
• My car is faster than his car

3. Tingkat Paling (Superlative Degree)
Bentuk ini digunakan untuk menyatakan bahwa sesuatu itu mempunyai sifat paling ...... dibandingkan yang lainnya. Pada umumnya digunakan untuk membandingkan tiga benda atau lebih. Rumus penggunaannya adalah:
The + Superlative + Nouns + In
The + Superlative + Of
Contoh:
• This is the fastest car in the rally.
• Elvis Presley is the greatest musician in the world
Atau dapat digunakan rumus sebagai pengganti kedua rumus diatas:
The + Superlative (with most) + Noun
Contoh:
• She is the most beautiful woman in this country


[+/-] Selengkapnya...